Sekarang elo sudah tahu bukan tentang seluk-beluk adanya pelajaran Matematika di sekolah? Kalau begitu, sekarang elo sudah siap untuk menerima informasi tentang manfaat mempelajari Matematika pada umur remaja untuk membantu perkembangan otak dan fungsinya.
Berikut adalah dua contoh manfaat Matematika untuk perkembangan otak yang sangat penting:
- Menghasilkan Zat dalam Otak untuk Kemampuan Kognitif
Saat otak bekerja, terdapat berbagai bahan-bahan kimia yang berperan dalam berjalannya fungsi otak. Contohnya adalah zat asam gamma-aminobutirat (GABA). Senyawa ini berfungsi sebagai neurotransmitter atau zat pembawa sinyal pada otak mamalia, termasuk manusia.
Sebuah penelitian dari Oxford University (2021) telah berhasil membuktikan bahwa setelah 19 bulan remaja yang berhenti belajar Matematika pada umur 16 tahun memproduksi lebih sedikit GABA dibandingkan yang melanjutkan studi di bidang tersebut.
Apa sih fungsi GABA pada otak? Ternyata penelitian menemukan bahwa GABA dapat meningkatkan daya ingat dan kemampuan belajar siswa (Miura et al., 2006). Bahkan, makanan yang mengandung GABA juga dapat menghambat perkembangan sel kanker dalam tubuh (Park dan Oh, 2007). Selain itu, tingkat GABA yang rendah terbukti berkaitan dengan kurang baiknya fungsi kognitif otak pada remaja (McCormick, 1989).Fungsi kognitif sendiri menandakan kemampuan seseorang untuk belajar, berpikir, menalar, mengingat, memecahkan suatu permasalahan, mengambil keputusan, dan memberikan perhatian terhadap suatu hal. Wah, kemampuan-kemampuan tersebut merupakan hal-hal yang krusial dalam kehidupan sehari-hari bukan?
Bayangkan saja jika kemampuan seseorang untuk menyelesaikan sebuah permasalahan menurun, maka ia pun akan sering terjebak dalam sebuah kesulitan. Oleh karena itu, belajar Matematika di usia remaja (10-19 tahun) itu penting, Sobat. Seperti yang dikatakan oleh salah satu peneliti dalam penelitian dari Oxford University di atas, Roi Cohen Kadosh, bahwa masa remaja merupakan masa paling penting untuk pembentukan otak dan kemampuan kognitif seseorang.
- Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis
Berpikir logis merupakan proses mengolah suatu informasi yang melibatkan penalaran untuk menyelesaikan suatu masalah. Kemampuan berpikir logis sangatlah dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari seperti di tempat kerja, di sekolah, maupun di rumah.
(Foto: unsplash.com by William Felipe Seccon) Menurut Depdiknas (2003), struktur dan keterkaitan yang jelas dan kuat antar konsep Matematika pun membuat cara berpikir logis dapat dikembangkan melalui belajar Matematika dengan terampil berpikir rasional.
Tapi memangnya benar kalau belajar Matematika bisa meningkatkan daya pikir logis? Tenang, melalui laman The New York Times (2018), disampaikan bahwa dalam buku yang berjudul Does Mathematical Study Develop Logical Thinking? dua penulisnya, Dr. Inglis and Dr. Attridge, menemukan bahwa siswa yang mempelajari Matematika ke tingkat yang lebih lanjut memiliki kemampuan berpikir logis yang lebih tinggi dibandingkan yang tidak.
(Foto: Pixabay.com by ElisaRiva) Hal tersebut juga dibuktikan oleh sebuah penelitian yang lebih baru oleh Cresswell dan Speelman (2020). Penelitian yang mereka lakukan menemukan bahwa partisipan yang mengikuti lebih banyak pembelajaran Matematika dapat mengerjakan soal penalaran rasional dan logis dengan jawaban benar yang lebih banyak.
Karena melakukan identifikasi, analisis, dan penerapan prinsip logika dasar diperlukan dalam penyelesaian permasalahan Matematika, melakukan banyak latihan matematika pun dapat mendukung peningkatan kemampuan menalar yang baik. Maka, manfaat Matematika yang kedua adalah meningkatkan kemampuan berfikir logis pada siswa.
Selain manfaat Matematika yang gue sebutkan di atas, ada lagi lho manfaat Matematika untuk melatih otak membuat definisi yang benar dan mengetahui konsekuensi dari definisi tersebut. Manfaat ini juga sangat penting dalam membaca realita di kehidupan sehari-hari.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar